#AboutKL / Play  / Mengenal Sejarah Kuala Lumpur Dari Pentas #MUDKL

Mengenal Sejarah Kuala Lumpur Dari Pentas #MUDKL

    Kalau ditanya apa mata pelajaran yang paling membosankan menurut saya selain Matematika, sudah pasti jawabannya Sejarah. Bagi sebagian orang, pelajaran sejarah bisa menjadi lebih menarik jika mendatangi museum atau langsung datang ke lokasi bersejarah karena bisa lihat secara langsung peninggalan sejarah dibandingkan cuma melihat dari foto yang ada dibuku. Masalahnya dari dulu saya tidak terlalu tertarik jalan ke tempat bersejarah apalagi museum. Satu-satunya tempat bersejarah yang pernah kunjungi waktu kecil yaitu patung Malin Kundang, lelaki minang yang dikutuk jadi rendang batu oleh ibunya karena durhaka.

 panggung_bandaraya_dataran_merdeka

 

    Pelajaran Sejarah bukanlah favorit saya dari dulu karena harus baca buku tebal dan ingat satu-persatu kejadian berdasarkan kronologi serta tahun kejadiannya. Selain itu kita harus mereka-reka sendiri seperti apa kejadiannya sesuai imajinasi masing-masing. Saat saya diundang untuk nonton #MUDKL, drama musikal tentang SEJARAH Kuala Lumpur, saya fikir pertunjukan ini tidak akan menarik. Apa hal keren yang bisa ditampilkan selain cerita berganti sesuai tahun ke tahun? Saya tidak punya ekspektasi tinggi tentang ini.

    Pertunjukan #MUDKL diadakan di Panggung Bandaraya Dataran Merdeka. Panggung ini sudah berusia 113 taun dan merupakan panggung teater  pertama sekaligus tertua di Malaysia. Harga tiketnya Rm 84.40 atau sekitar 265 ribu rupiah, berhubung saya diundang jadi tinggal duduk manis saja karena gratis. 
 

mudkl_the-story_of_kuala_lumpur

 

    Tokoh sentral dalam cerita di #MUDKL adalah 3 sahabat yaitu Mamat keturunan melayu, Meng keturunan chinese dan Muthiah keturunan India yang merupakan representasi populasi penduduk Malaysia yang terdiri 3 etnis tadi. Pertunjukan drama musikal ini diawali dengan cerita di taun 1857-1880 saat daerah pertemuan sungai Gombak dan Sungai Kelang (Kuala Lumpur sekarang) masih berupa daerah pertambangan timah. Drama musikal #MUDKL berlangsung selama 60 menit dan dibagi menjadi 4 babak

Babak pertama : Mamat, Meng dan Muthiah memutuskan merantau ke Kuala Lumpur untuk mencari kehidupan lebih baik.

Babak kedua : Cerita berfokus pada perjalanan hidup ketiga tokoh utama. Mamat mengadakan pesta perayaan atas kelahiran anaknya, Meng berhasil mendapatkan pekerjaan di Lombong Ampang, sedangkan Muthiah mengalami depresi karena belum juga mendapatkan pekerjaan yang diimpikannya.

Babak ketiga : Masyakarat Kuala Lumpur dihadapkan dengan kebakaran dahsyat pada tahun 1881 yang memusnahkan segala harta benda yang mereka punya.

Babak terakhir : Kebakaran hebat di tahun 1881 akhirnya berhasil padam oleh hujan lebat dalam waktu yang lama. Penderitaan mereka belumlah berakhir karna hujan lebat mendatangkan banjir bandang pada Desember taun 1881. Walau awalnya masyarakat Kuala Lumpur hampir putus asa dan terbersit untuk pindah ke kota lain, dengan ketabahan hati mereka memilih untuk tetap tinggal. Mereka membalikkan keadaan dengan cepat, lumpur yang menggenangi seluruh kota dimanfaatkan menjadi batu bata untuk membangun rumah-rumah baru, bangunan baru sehingga Kuala Lumpur berkembang menjadi Kuala Lumpur yang bisa kita liat sekarang ini. Jadi nama Kuala Lumpur berasal dari Kuala (pertemuan 2 sungai) dan Lumpur ( Lumpur yang menggenangi daerah tersebut).  
 

 

A delightful one-hour show which tells the story of Kuala Lumpur. Very interesting. Guys, u should be here !!! 👍 • • • #MUDKL #tourismmalaysiakl #AboutKL #KualaLumpur #TourismMalaysiaKL #GayaTravel #KLnature #KLfun #DekatJe #samuraiwifi

A photo posted by T R A V E N G L E R (@travengler_id) on

 


    Siapa sangka drama musikal tentang SEJARAH yang saya fikir membosankan ini adalah pertunjukan yang sangat menarik. Bahkan setelah 2 kali nonton saya masih bersemangat kasih tepuk tangan paling meriah untuk pemain. Mereka mampu menyampaikan cerita yang mudah dipahami,  diiringi dengan musik dan tari-tarian serta lelucon yang dijamin membuat penonton tertawa. Cerita disampaikan dalam bahasa inggris dan diselipkan bahasa melayu, china dan india dibeberapa bagian.
 

mudkl_the-story_of_kuala_lumpur2

 
 

    Drama musikal #MUDKL bukanlah pertunjukan satu arah. Penonton diajak untuk ikut bagian dalam cerita. Seperti saat mereka mengadakan kenduri, penonton diundang untuk naik ke pentas membantu menggiling cabe atau diminta untuk ikut menari-nari. Diakhir acara kita juga dibolehkan foto bersama pemain. Oia, jika dikebanyakan pertunjukan kita dilarang foto-foto apalagi rekam video saat acara berlangsung, di drama musikal #MUDKL kita malah disuruh untuk foto sebanyak-banyak sesuka hati, dengan syarat harus di share ke akun sosial media :).
 

 

MUDKL
Alamat        : Panggung Bandaraya Dataran Merdeka Jalan Raja, 50350 Kuala Lumpur
telp              : +603-2602 3335
Fax              : +603-6142 7978
Email          : booking@mudkl.com
Website       : www.mudkl.com
Facebook    : www.facebook.com/MUDKualaLumpur
Jadwal         : 2 kali sehari . jam 3 sore dan 8.30 Malam
Harga Tiket : Warga Negara Malaysia Rm 53
                       Warga Negara Lain Rm 84.40

 
 

Likes(0)Dislikes(0)

No Comments

Leave a Reply

Partners & Affiliates